Alih-alih ingin update Windows 10, banyak pengguna mulai menghadapi permasalahan kecil hingga tidak bisa boot ke sistem utama! Dan lebih parahnya lagi, sudah dua update diluncurkan dan masih ada saja isu yang menghantui. Sudah tidak diragukan lagi, Windows 10 saat ini merupakan sistem operasi yang paling banyak digunakan menurut Steam Hardware Survey. Per bulan Februari saja, pengguna sistem operasi dari Microsoft ini mampu mendominasi hingga 80 persen dari pengguna Steam!
Dikutip dari website
www.idntimes.com, Banyaknya pengguna Windows 10 bukanlah tanpa alasan! Sejak
lama, Microsoft dengan giat mengajak para pengguna untuk meng-upgrade OS mereka
secara gratis. Hal ini tentu menjadi pertimbangan menarik bagi para penggunanya
mengingat membeli OS baru tidaklah murah. Ditambah lagi, user mendapatkan akses
untuk game-game dari XBOX! Sebut saja seperti Forza Horizon 4 yang merupakan
gim balap open-world dengan grafis yang sangat menakjubkan.
Sayangnya, sistem operasi ini tidaklah
sempurna. Bahkan, tidak sedikit yang menyebut Windows 7 bahkan 8 memiliki
siklus update yang jauh lebih baik. Windows 10 terlalu sering mendapatkan
update terbaru entah atas alasan apa, dan terkadang proses download akan
mengganggu performa komputer mid dan low-end. Sistem operasi (OS) yang
diciptakan oleh perusahaan terkemuka Microsoft, yakni Windows kembali
mendatangkan masalah bagi para penggunanya. Pasalnya, baru-baru ini Microsoft
melakukan pembaruan terhadap Windows 10 andalannya setelah melakukan kesalahan
pada Desember 2019 lalu. Namun alih-alih mendapat pujian, kini Microsoft justru
mendapatkan cacian dari netizen.
Tepatnya pada 10 Maret 2020 lalu
ketika Microsoft meluncurkan update Windows 10 KB4540673. Dengan Windows 10
update teranyar tersebut, seharusnya bisa membawa sejumlah perbaikan dan
pembaruan pada para penggunanya. Namun, pembaruan Windows 10 tersebut justru
mendatangkan masalah dan membuat Microsoft harus segera berbenah. Berikut
beberapa hal seputar update Windows 10 yang malah membuat masalah baru!
Mendatangkan crash hingga Blue
Screen Of Death (BSOD)
Melansir Techradar, pembaruan
Windows 10 yang notabene untuk Windows 10 versi 1903 dan 1909 ini membuat
beberapa orang mendapatkan masalah di PC nya. Para pengguna mengaku laptop atau
komputer mereka jadi sering mengalami crash hingga Blue Screen Of Death (BSOD).
Sebagai informasi, update Windows 10 ini di-install secara otomatis sehingga
seluruh perangkat kamu bisa terkena imbasnya.Menurut salah satu laporan, ada
yang mengungkapkan bahwa BSOD datang di saat dia baru saja menyalakan PC nya.
Bahkan, ada juga yang mengeluhkan dirinya sedang bermain game Counter-Strike:
Global Offensive (CSGO) tapi tiba-tiba PC nya ngecrash setelah melakukan
pembaruan Windows 10. Lagi asyik main game tiba-tiba malah jadi pusing
gara-gara update Windows 10, bikin sakit kepala!
Sebenarnya masih banyak lagi
berbagai komplain yang dilempar pengguna kepada Microsoft. Dilihat dari
ulasannya, mereka benar-benar tersiksa karena pembaruan Windows 10 ini:
"Aku merasakan hal yang sama. Layar PC
menjadi hitam setelah BIOS sejak kemarin pagi. Belum dapat memformat hard drive
untuk menginstal ulang. Benar-benar mendatangkan mimpi buruk.” - sampel
pengguna pertama.
"KB4540673 yang terinstal hari
ini membuat layar menjadi biru saat bermain CSGO ... Semua driver telah
diperbarui tetapi dengan pembaruan Windows 10 aku malah mengalami masalah
terus-menerus" - sampel pengguna kedua.
"Setelah pembaruan, aku
terjebak di layar 'welcome', dan loadingnya tidak selesai-selesai. Aku harus
secara paksa menekan tombol power sampai pc mati jika aku ingin pergi
keluar." - sampel pengguna ketiga.
Apa saja sebenarnya yang ingin
diperbaiki melalui update Windows 10?
Saat Microsoft merilis update
Windows 10 KB4540673, sebenarnya mereka ingin memperbaiki banyak hal, demikian
dikutip dari Forbes. Pertama, Microsoft ingin meningkatkan keamanan pada Edge
dan Explorer. Kedua, seperti diumumkan secara resmi oleh Microsoft, mereka
ingin menambal kerentanan kritis Windows 10 di Microsoft Server Message Block
3.1.1 (SMBv3). Terlebih, pembaruan Windows 10 bulan Maret ini juga berencana
mengatasi masalah protokol komunikasi jaringan yang menyediakan akses bersama
ke file, printer, dan port serial. Sayangnya, para pengguna malah mendapat
masalah audio, konektivitas internet, crash, serta masalah lain seperti ulasan
di atas.
Cara memperbaikinya
Di balik setiap masalah pasti selalu
ada solusi. Termasuk update Windows 10 yang bikin sakit kepala ini. Cara
terbaik yang bisa kamu lakukan saat ini adalah dengan menguninstall
pembaruannya.
Namun bagaimana caranya? Ikuti
langkah-langkah ini ya:
Di fitur 'search' pada desktop
Windows, ketik 'update history’ lalu pilih ‘view your update history’
Pencet 'Uninstall Updates'
Di dalam 'Uninstall Updates' cari
'KB4540673'
Klik tombol 'Uninstall' apabila
telah menemukan 'KB4540673'
Restart PC kamu.
Tidak hanya itu, masih ada cara lain
yang bisa kamu coba:
Buka 'Settings' dengan memencet
tombol 'Windows' + 'I'
Di dalam 'Settings' pencet 'Update
& Security'
Pilih 'Windows Update'
Klik 'View update history'
Pencet 'Uninstall updates' lalu
pilih KB4540673 untuk menguninstallnya.
4. cara memperbaiki update sering
muncul logo windows 10
Di balik setiap masalah pasti selalu
ada solusi. Termasuk update Windows 10 yang bikin sakit kepala ini. Cara
terbaik yang bisa kamu lakukan saat ini.
saat windows hanya muncul logo saja
pastikan tidak melakukan login.
hanya terdiam dan ber menit2 atau
berjam2.
matikan windows secara paksa.
pastikan powes suplay di cabut dan
masukan dengan kondisi masuk lagi.
hidupkan kembali CPU atau komputer
anda.
setelah muncul Support assist is
running a system scan to detect any potential hardware problems pastikan semua
sudah commplit semua.
setelah hardware scan complete with no issues klik tombol continue.
setelah itu tunggu sampai selesai.

Komentar
Posting Komentar